Andik Irawan -Anggota da’i kamtibmas polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak ibu jamaah yang dirahmati Allah,
Tema kita hari ini sederhana tetapi sangat dalam: hidup ini sangat singkat, sehingga tidak ada satu pun yang layak kita bandingkan.
1. Hidup Sangat Singkat: Dalil Al-Qur’an
Allah berfirman:
“Tidaklah kehidupan dunia melainkan hanya kesenangan yang menipu.”
(QS. Ali Imran: 185)
Dan Allah mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah yang sebentar:
“Pada hari mereka melihat hari kiamat, terasa seolah-olah mereka tinggal di dunia hanya sebentar, seperti satu sore atau satu pagi saja.”
(QS. An-Nazi’at: 46)
Ayat ini menjelaskan bahwa ketika kita sudah berada di akhirat nanti, umur 60–70 tahun terasa seperti hanya beberapa jam saja.
2. Bayangkan 100 Tahun dari Sekarang…
Coba renungkan, jamaah sekalian…
Seratus tahun dari hari ini, di tahun 2125 nanti:
- Tidak ada satu pun dari kita yang masih hidup.
- Semua yang hari ini berjalan bersama kita sudah tiada.
- Rumah-rumah kita, tanah kita, tabungan kita — akan berpindah ke orang lain.
- Kehidupan akan diisi generasi yang bahkan tidak kita kenal.
Lebih dari itu, nama kita pun hilang.
Tidak ada yang mengingat kita, sebagaimana kita juga tidak pernah ingat siapa nama kakek buyut kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”
(HR. Bukhari)
Artinya, hidup ini sekadar lewat. Tidak perlu diperbesar. Tidak perlu dibanding-bandingkan.
3. Karena Hidup Singkat, Tidak Ada yang Perlu Dibandingkan
Ketika hidup ini begitu cepat:
- Untuk apa membandingkan kaya–miskin?
- Untuk apa sibuk iri pada rumah orang lain?
- Untuk apa menyesali nasib?
- Untuk apa memamerkan harta, jabatan, atau prestise?
Semua itu tidak akan kita bawa ke kubur.
Yang kita bawa hanya amal, akhlak, dan ketakwaan.
Allah berfirman:
“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Bukan yang paling kaya.
Bukan yang paling viral.
Bukan yang paling dipuji orang.
4. Jalani Hidup Sewajarnya, Serahkan Selebihnya kepada Allah
Karena hidup ini singkat dan fana:
- Beramallah sebisanya
- Bersyukurlah semampunya
- Berusahalah seperlunya
- Dan serahkan semua yang tidak mampu kita kontrol kepada Allah
Allah berfirman:
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. Ath-Thalaq: 3)
Semua hal yang di luar kemampuan kita—rezeki, hasil, takdir, umur—biarkan Allah yang menyelesaikan.
5. Kaitkan dengan Kamtibmas
Jamaah sekalian…
Mengapa tema singkatnya hidup ini sangat penting untuk Kamtibmas?
Karena sebagian besar konflik sosial lahir dari membandingkan kehidupan dunia:
a. Iri pada harta → lahir kriminalitas
Banyak kasus pencurian, penipuan, penggelapan, bahkan korupsi, bermula dari satu hal:
“Melihat hidup orang lain lebih mewah dari dirinya.”
Hati tidak tenang → timbul iri → muncul perilaku kriminal.
b. Saling pamer kekayaan → memicu kecemburuan sosial
Pamer rumah baru, mobil baru, gaya hidup baru bisa membuat tetangga tersinggung, lalu melahirkan ketegangan sosial.
c. Merasa lebih rendah → mudah tersinggung → konflik kecil membesar
Orang yang hidupnya selalu membandingkan diri akan:
- mudah marah
- mudah tersinggung
- mudah curiga
Sikap seperti ini sangat mudah memicu keributan, yang akhirnya mengganggu Kamtibmas.
d. Tidak menerima takdir → frustasi → melakukan pelanggaran hukum
Orang yang tidak bisa menerima hidupnya apa adanya—karena sibuk membandingkan—sering mencari jalan pintas: judi, hutang ilegal, mencuri, dan lainnya.
Semua itu merusak ketertiban masyarakat.
6. Solusi Kamtibmas: Tanamkan Kesadaran bahwa Hidup Singkat
Jika masyarakat menyadari:
- hidup ini hanya sebentar,
- dunia tidak layak diperjuangkan mati-matian,
- membandingkan hidup itu sia-sia,
- yang utama adalah amal, bukan harta,
maka:
✔ tidak ada iri
✔ tidak ada pamer-pameran
✔ tidak ada kecemburuan sosial
✔ tidak ada frustasi berlebihan
✔ tidak ada niat buruk pada tetangga
✔ lingkungan pun menjadi aman, rukun, dan damai
Inilah kunci Kamtibmas yang paling mendasar:
ketenangan hati.
Karena yang hatinya tenang, tidak mungkin membuat kegaduhan.
Penutup
Jamaah sekalian,
Hidup ini benar-benar sebentar sekali.
Sebentar bahagia, sebentar sedih, sebentar berada, sebentar tidak ada.
Maka jalani hidup dengan:
- hati ringan
- langkah tenang
- syukur yang cukup
- usaha yang wajar
- dan tawakal yang penuh
Tidak ada yang perlu dibanggakan.
Tidak ada yang perlu dibandingkan.
Tidak ada yang perlu diburu sampai menjerat kita.
Yang penting adalah pulang ke akhirat dengan selamat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.